Edit HTML

Edit HTML

Senin, 24 Desember 2012

Dakwah Nabi Muhammad SAW untuk Menyempurnakan Akhlak Manusia


1.       Keteladanan Kepribadian Nabi Muhammad SAW
Sejak masih kecil, remaja, sampai dewasa Nabi Muhammad sudah dikenal oleh masyarakat Mekkah sebagai orang yang mempunyai kepribadian baik, berbeda dengan kebanyakan orang saat itu. Penampilannya pun sederhana, bersahaja, dan berwibawa. Ketika ia berjalan badannya agak condong ke depan, melangkah sigap dan pasti. Air mukanya menujukkan pikirannya yang cerdas, tajam, dan jernih. Pandangan matanya menunjukkan keteduhan dan kewibawaan, membuat orang patuh kepadanya. Ia juga dikenal sebagai orang yang jujur dalam setiap perkataan maupun perbuatan sehingga dijuluki Al-Amin [yang dapat dipercaya] untuk masyarakat Madinah.

Muhammad juga bukan termasuk orang yang suka mengobrak kata, ia berkata seperlunya, dan ia lebih banyak mendengarkan. Bila bicara selalu bersungguh-sungguh, tapi sungguh pun begitu ia pun sesekali membuat humor dan bersenda-gurau, tapi yang dikatakannya itu yang selalu sebenarnya. Sifatnya yang demikian juga sangat berbeda dengan kebanyakan orang Mekkah yang suka berbohong, membual, dan sulit dipercaya.

Dengan sifatnya yang demikian itu tidak heran bila Khadijah, majikannya menaruh simpati kepadanya, dan tidak pula mengherankan bila Muhammad diberi keleluasaan mengurus hartanya. Khadijah juga membiarkannya menggunakan waktu untuk berfikir dan menuangkan hasil pemikirannya. Akhirnya Muhammad dan Khadijah menikah menjadi sepasang suami istri yang sangat harmonis dan disegani oleh penduduk Mekkah. Itu karena, di samping kaya dan berasal dari keturunan terpandang, pasangan suami istri ini tidak tinggi hati dan gila hormat. Bila ada yang mengajaknya bicara ia mendengar dan memperhatikannya tanpa menoleh kepada orang lain. Perilakunya yang demikian sangat berbeda dengan kebanyakan orang di Mekkah yang menjadi sombong dan congkak ketika dihormati, dan marah-marah ketika merasa tidak dihormati.

Setiap bertemu orang Muhammad selalu tersenyum. Pada saat-saat tertentu juga bercanda dan terkadang tertawa sampai terlihat gerahamnya. Bila ia marah tidak pernah sampai tampak kemarahannya, hanya antara kedua keningnya tampak sedikit berkeringat. Ini disebabkan ia menahan rasa amarah dan tidak mau menampakkannya keluar. Semua itu terbawa oleh kodratnya yang selalu lapang dada, berkemauan baik dan menghargai orang lain. Ia bijaksana, murah hati dan mudah bergaul. Tapi ia juga mempunyai tujuan pasti, berkemauan keras, tegas dan tak pernah ragu ragu dalam tujuannya. Sifat-sifat demikian ini berpadu dalam dirinya dan meninggalkan pengaruh yang dalam sekali pada orang-orang yang bergaul dengan dia. Bagi orang yang melihatnya tiba-tiba, sekaligus akan timbul rasa hormat, dan bagi orang yang bergaul dengan dia akan timbul rasa cinta kepadanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar