Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tahu gak siapa Muhammad itu? Yang jelas Muhammad yang ini pasti bukan tukang cendol di depan sekolah atau tukang sol sepatu yang ngider di kompleks rumah kamu. Muhammad yang ini adalah Rasul dan Nabi kita, yang udah Allah jadiin sebagai suri teladan buat seluruh manusia, termasuk kamu!!! Muhammad tuh bukan Malaikat, apalagi hanya seorang Songoku. Yang jelas, beliau itu cuma manusia biasa, bedanya beliau itu utusan Allah (Nabi) yang panggilannya ‘Rasulullah’.
Kata para sahabat, Rasul itu lebih indah dari bulan purnama dan jalannya itu cepet!! Bahkan ada sahabat yang sampe kecape’an ngikutin jalannya Rasul, padahal Rasulullah sendiri masih tenang-tenang aza saat itu, cuman cepetnya beliau itu bukannya cepet yang terburu-buru kayak ada yang ngejar.
Nah, kan ada pepatah yang bilang bahwa tak kenal maka tak sayang. Sekarang kita simak sekelumit sifat-sifat beliau, cuman sekelumit looh! Kalo semuanya bisa-bisa mentoringnya seharian atau mungkin ratusan… (leebih!!!) O..k deh, kita mulai aza supaya cepet bisa kita contoh dan terapin.
Sifat Rasul yang pertama adalah :
Sampai di sini dulu ya teman-teman, Insya Allah kalau ada waktu aku ngepost lagi ....
Tahu gak siapa Muhammad itu? Yang jelas Muhammad yang ini pasti bukan tukang cendol di depan sekolah atau tukang sol sepatu yang ngider di kompleks rumah kamu. Muhammad yang ini adalah Rasul dan Nabi kita, yang udah Allah jadiin sebagai suri teladan buat seluruh manusia, termasuk kamu!!! Muhammad tuh bukan Malaikat, apalagi hanya seorang Songoku. Yang jelas, beliau itu cuma manusia biasa, bedanya beliau itu utusan Allah (Nabi) yang panggilannya ‘Rasulullah’.
Kata para sahabat, Rasul itu lebih indah dari bulan purnama dan jalannya itu cepet!! Bahkan ada sahabat yang sampe kecape’an ngikutin jalannya Rasul, padahal Rasulullah sendiri masih tenang-tenang aza saat itu, cuman cepetnya beliau itu bukannya cepet yang terburu-buru kayak ada yang ngejar.
Nah, kan ada pepatah yang bilang bahwa tak kenal maka tak sayang. Sekarang kita simak sekelumit sifat-sifat beliau, cuman sekelumit looh! Kalo semuanya bisa-bisa mentoringnya seharian atau mungkin ratusan… (leebih!!!) O..k deh, kita mulai aza supaya cepet bisa kita contoh dan terapin.
Sifat Rasul yang pertama adalah :
| A. | Kesabaran |
| Waktu perang Uhud (tau khan perang Uhud yang mana?) ada cerita, kaya’ gini ceritanya. |
| Muslim
meriwayatkan bahwa Rasulullah berada di antara tujuh orang Anshar dan
dua orang Muhajirin pada waktu perang Uhud. Orang-orang musyrik menekan
sampai mendekati Nabi. Salah satu di antara mereka melemparkan sebuah
batu yang menimpuk hidung dan gigi serta melukai wajah beliau. Darah
segar berleleran dari luka-luka itu. Orang musyrik yang menimpuk beliau
berkoar-koar bahwa Rasulullah sudah terbunuh. Orang-orang Islam
menjadi kacau-balau. Sebagian ada yang kembali ke Madinah. Sisa orang
yang berjaga di atas bukit berbaur dengan para sahabat. Mereka tidak
tahu apa yang mesti mereka lakukan. |
| Rasulullah
segera mencabut anak panah dari sarungnya lalu diberikan kepada Sa’ad
bin Abi Waqash seraya berkata, “Dengan tebusan ayah dan ibuku,
tembaklah!” Abu Thalhah Al-Anshary yang berperang di samping Rasulullah
SAW adalah seorang penembah jitu. Setiap ia menembakkan anak panah,
beliau memandang ke mana anak panah itu mencari mangsa. |
| Pada
situasi yang kritis seperti ini, ada sebagian orang-orang Islam (dari
kelompok munafiqin) yang lari menghindar. Sehingga yang bersama
Rasulullah tinggal beberapa orang dalam jumlah yang kecil. Beliau tetap
sabar dan memimpin pasukannya menghadapi musuh yang jumlahnya jauh
lebih besar, yaitu sebanyak 3000 personil. |
| Kenyataannya,
Rasulullah tidak kalah. Dengan mengerahkan segenap keberanian, beliau
dan orang-orang Islam tetap terus bangkit. Hingga akhirnya orang-orang
musyrik baru menyadari bahwa kerugian mereka lebih besar daripada
keuntungan yang diimpikan. Kesabaran macam apakah ini? |
| Perlu
pula ditambahkan bahwa orang-orang musyrik yang mengumumkan kematian
beliau, berkoar-koar ke sana ke mari. Beliau tidak tahu persis siapa
yang berbuat seperti itu. Itulah gambaran kesabaran dalam menghadapi
suasana kritis, dan tidak membuat pelakunya melalaikan tanggung jawab. |
| Coba
bayangin, Rasulullah waktu itu kan udah luka-luka tuh… pasukannya juga
udah ‘gak imbang lagi lawan jumlah tentara musuh. Kalo diibaratin maen
bola mungkin keadaannya kayak 11 orang vs 5 orang kali (ka..li???!
bener lagi…) Bayangin deh kalo maen bola posisi kita kayak gitu banyak
yang kena kartu merah, bisa-bisa nangis deh (kalo gak nyerah itu
juga…). But what had happen back then, Rasulullah tetap istiqamah,
sampe Allah menentukan. Maka begitu pula kita… kita harus sabaran,
jangan cepet marah kalo lagi emosi, jangan cepet putus asa kalo
ngadepin kesulitan, pokoknya sabar deh… asal jangan sabar terus tapi
gak pernah berusaha, itu mah dodol!!! |
| Terus sifat beliau yang kedua adalah : |
| B. | Kasih sayang |
| Setelah
merasakan berbagai siksaan dan penderitaan yang dilancarkan kaum
Quraisy, Rasulullah berangkat ke Tha’if, mencari dukungan dan
perlindungan dari Bani Tsaqif, dan mengharap agar mereka dapat menerima
ajaran yang dibawanya dari Allah. Setibanya di Tha’if, beliau menuju
tempat para pemuka Bani Tsaqif, sebagai orang-orang yang berkuasa di
daerah. Beliau berbicara tentang Islam dan mengajak mereka supaya
beriman kepada Allah. Tapi ajakan beliau itu ditolak mentah-mentah dan
dijawab secara kasar. Kemudian Rasulullah bangkit meninggalkan mereka
seraya mengharap supaya mereka menyembunyikan kedatangan ini dari kaum
Quraisy, tetapi mereka pun menolaknya. |
| Mereka
lalu mengerahkan kaum penjahat dan para budak untuk mencerca dan
melemparinya dengan batu sehingga mengakibatkan cedera pada kedua kaki
Rasulullah. Zaid bin Haritsah berusaha keras melindungi beliau, tetapi
kewalahan, sehingga ia sendiri terluka pada kepalanya. Rasulullah
kembali dengan perasaan tidak menentu sehingga baru tersentak dan
tersadar ketika sampai di Qarnu’ts-Tsa’alib. Lalu Rasulullah mengangkat
kepalanya, dan tiba-tiba melihat awan menaunginya. Kemudian beliau
pandang dan tiba-tiba muncul Jibril, memanggilnya seraya berkata
“Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan dan jawaban kaummu
terhadapmu, dan Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung untuk
engkau perintahkan sesukamu.” Kemudian malaikat penjaga gunung
memanggil Rasulullah dan mengucapkan salam kepadanya, lalu berkata,
“Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan kaummu
terhadapmu; jika engkau suka aku bisa membalikkan gunung.Akhsyabin di
atas mereka.” Rasulullah menjawab, “Bahkan aku menginginkan semoga
Allah berkenan mengeluarkan dari anak keturunan mereka yang menyembah
Allah semata, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.” |
| Bisa
bayangin ‘gak, ada orang yang ditimpukin ama batu sampe
berdarah-darah, malah ngedoain kebaikan buat orang nimpukin.!!? (bisa
‘gak ngebayanginnya…). Padahal waktu itu Malaikat Jibril udah nawarin
jasanya buat ngegencet orang-orang Tha’if pake gunung!! Tinggal minta
doang…, tapi itulah kasih sayang Rasulullah, bahkan sama orang-orang
jahat sekalipun beliau masih menunjukkannya. Dan ternyata apa yang
dido’akan Rasulullah terwujud, dengan banyaknya para pembela Islam
dilahirkan di Tha’if. |
| And the third is… |
| C. | Kelembutan |
| Salah
satu sifat Rasulullah adalah… sifatnya yang lembut, tapi lembutnya
bukan yang lemah gemulai. K’lo itu mah penari kali yah… Nah, ada cerita
lagi mengenai gimana sih lembutnya Rasulullah. Gini nih ceritanya… |
| Ahmad
meriwayatkan dari Aisyah R.A., ia berkata, “Satu kali pun Rasulullah
tidak pernah memukul pembantu dengan tangannya, tidak pula memukul
wanita dengan tangannya kecuali untuk berjihad di jalan Allah. Tidak
ada yang lebih baik antara dua hal kecuali yang paling disenanginya
melainkan yang paling mudah. Kalau menjadi perbuatan dosa, maka beliau
adalah yang paling jauh dari perbuatan dosa. Beliau juga tidak
mendendam untuk dirinya dari sesuatu yang diberikan kepadanya sehingga
melanggar larangan-larangan Allah. Kalaupun mendendam hanya karena
Allah semata. Abu Nu’aim meriwayatkan dari Aisyah R.A., ia berkata,
“Pada suatu hari Rasulullah sedang bersama para sahabat. Aku membuat
makanan untuknya, begitu pula Hafsah. Namun Hafsah lebih terampil
dariku, sehingga ia lebih cepat selesai dariku. Aku berkata kepada
budak perempuan, “Segeralah kau pergi, dan tumpahkan mangkuk Hafsah!” |
| Ketika
Hafsah hendak meletakkan mangkuknya di tangan Rasul, budak yang
kusuruh segera menumpahkan mangkuk sehingga makanan di dalamnya
berserakan di tanah. Beliau mengumpulkan makanan yang berserakan di
tanah, lalu mereka pun memakan bersama. Aku bangkit menyodorkan
mangkukku, lalu disodorkan Nabi kepada Hafsah seraya berkata, “Ambillah
satu bejana untuk digantikan dengan bejanamu, lalu makanlah apa yang
ada di dalamnya.” |
| “Aku tidak melihat sesuatu yang ganjil di wajah Rasulullah karena peristiwa ini.” |
| Nah
itulah kelembutan Rasulullah, bayangin seorang majikan yang ‘gak
pernah mukul pembantunya, seorang pemimpin yang tidak mendendam untuk
dirinya, seorang suami yang baek bener sama istrinya. |
| Yang keempat adalah… |
| D. | Kedermawanan |
| Rasulullah
adalah seorang dermawan. Bahkan dalam catatan sejarah, beliau tidak
pernah nolak ketika dimintain sesuatu. Ada juga ceritanya, gini nih
ceritanya… |
| Ahmad
meriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah tidak pernah menolak suatu
permintaan yang atas dasar Islam. Ia berkata, “Ada seorang laki-laki
datang kepada beliau lalu meminta untuk memberikan sekumpulan domba
yang sangat banyak jumlahnya yang memenuhi dua bukit dari domba-domba
shadaqah. Orang itu kembali kepada kaumnya lalu berkata kepada mereka,
“Wahai kaumku, masuklah Islam! Sesungguhnya Muhammad memberi suatu
pemberian dan tidak takut miskin.” |
| Kita
bisa melihat bagaimana dermawannya Rasulullah dan beliau tidak takut
akan miskin, seandainya bila Rasul mau, beliau dapat minta kepada Allah
agar diberikan harta yang banyak, dan pasti akan dikabulkan oleh
Allah. Tetapi Rasul lebih menyukai kesederhanaan, dan dapat merasakan
penderitaan orang-orang yang tidak mampu. |
| Dan yang kelima ialah : |
| E. | Kerendahan Hati |
| Beliau
‘gak pernah sombong, bahkan sama orang yang musuhin dia sekalipun,
walaupun ia seorang Nabi. Ada cerita kayak gini… Ady bin Hatim, seorang
pemimpin kabilah yang beragama Nashrani bercerita ketika akan
menghadap Rasulullah, ia menggambarkan akan bertemu dengan seorang raja
di Madinah, ia menuturkan : |
| “Aku
menemui Muhammad yang saat itu sedang berada dalam mesjid. Setelah
kuucapkan salam, beliau bertanya, “Siapa?” “Ady bin Hatim,” jawabku.
Beliau bangun dan mengajakku ke rumahnya. Demi Allah, aku benar-benar
dibuatnya tercengang. Di tengah jalan, beliau bertemu dengan seorang
wanita yang sudah tua dan lemah. Wanita itu memintanya berhenti. Maka
beliau pun berhenti cukup lama menanyakan keperluannya. |
| “Demi
Allah, ini bukan layaknya seorang raja,” kataku dalam hati. Rasulullah
membawaku berjalan dan ketika sudah masuk ke rumahnya, beliau
menyodorkan sebuah bantal dari kulit yang diisi kapas. Beliau
memberikannya kepadaku seraya bersabda, |
| “Duduklah di atas bantal ini!” |
| “Engkau saja yang duduk di atasnya,” kataku. |
| “Engkau saja,” sabda beliau. |
| Maka
aku pun duduk di atas bantal, sedangkan beliau duduk di atas tanah.
Aku berkata dalam hati, “Demi Allah, ini bukan layaknya seorang raja.” |
| Itulah
karakteristik Muhammad SAW, tanpa embel-embel. Ady bin Hatim datang
kepada beliau, dan di antara keluarganya sebelum itu menjadi tawanan
pasukan tentara Islam. Ia datang kepada beliau sebagai orang yang
kalah. Namun ia didudukkan di atas bantal, sementara beliau sendiri
duduk di atas tanah. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar